berbagai upacara adat dan tradisi yang ada di Indonesia

Blog Viewer

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Showing posts with label Nusantara. Show all posts
Showing posts with label Nusantara. Show all posts

Tradisi Pentas Seni Ludruk Yang Mengasyikkan di Jawa Timur

Tradisi Ludruk adalah sebuah pentas seni drama lawakan diiringi musik gamelan yang menceritakan kehidupan sehari-hari, perjuangan, maupun sejarah. Tradisi Ludruk adalah budaya seni asli yang berasal dari Jawa Timur. Pemain ludruk dilakukan oleh laki-laki dan perempuan. Cerita yang diangkat dalam pentas seni ini mayoritas kehidupan sebagai rakyat biasa yang bersahaja.

Jadwal pentas seni ludruk hanya dilakukan pada kegiatan perayaan dan acara pagelaran kesenian di seluruh wilayah Jawa Timur. Ludruk dapat dilakukan di siang hari maupun di malam hari, tergantung dari pentas seni yang diadakan setempat.

Pemain ludruk baik laki-laki dan perempuan menggunakan pakaian batik, pewayangan, pejuang, maupun lokal. Bahasa yang digunakan adalah bahasa Jawa Ngoko. Namun bahasa yang digunakan dapat bersesuaian dengan tempat diselenggarakan, seperti Probolinggo ada campuran Jawa Ngoko dan Madura. Dalam pentas seni, setiap sketsa selalu diiringi dengan gamelan dengan lawakan dari pemain ludruk. Seni Ludruk dimulai dengan adanya Tari Remo dan kostum Sakera (pahlawan Madura). Tujuan utama pentas seni ini yaitu untuk menghibur penonton.


image via TPI TV / MNCTV courtesy by youtube.com 

Gambar Ludruk Humor Kirun (Ludruk Modern)

Saat ini, pentas seni ludruk tidak hanya dilakukan di Jawa Timur, melainkan sudah ditayangkan di televisi. Di samping itu, kesenian ludruk telah dilestarikan di sekolah kesenian sehingga seni ludruk masih ada hingga saat ini.


Asal Usul Ludruk

Dari Kamus Javanansch Nederduitssch Woordenboek karya Gencke dan T Roorda tahun terbitan pertama 1847 hingga terbitan keempat 1901, kata ludruk sudah tercantum dan dijelaskan bahwa Ludruk berarti Grappermarket atau badutan. Penelusuran naskah kuno ini dilakukan oleh sastrawan dan budayawan yang bernama Suripan Sadi Hutomo.
Dari Kamus Baroe Sastra Djawa karya W.J.S. Poerwadarminta tahun terbitan 1930, kata "Ludruk" memiliki arti Teledek (penari wanita) dan Badhut (pelawak).
Namun, sastrawan S. Wojowasito (1984) berpendapat bahwa kata "badhut" sudah dikenal masyarakat Jawa Timur di masa Kerajaan Kanjuruhan dengan Raja Gajayana pada tahun 760 Masehi. Pernyataan ini didasarkan pada Prasasti yang terdapat di Candi Badhut.


Kesenian ludruk ini cukup menghibur dan membuat penonton tertawa dengan bahasa dan logat lokal. Keunggulan seni ludruk yaitu memberitahu penonton tentang kehidupan masyarakat walau disertai lawakan yang menghibur dan unik.
TERIMA KASIH ...
Share:

Tradisi Atraksi Unik Skilot Khas Pasuruan

Pengertian Skilot memiliki arti menurut ;
Bahasa : "Ski" berarti Berselancar, dan "Lot" berarti Lumpur
Istilah   : Atraksi berselancar diatas lumpur dengan papan selancar yang telah dimodifikasi.

Atraksi skilot merupakan tradisi tahunan yang melibatkan orang-orang yang berusia dari anak-anak hingga orang dewasa. Papan selancar yang digunakan tidak jauh berbeda dengan papan selancar untuk ombak tetapi terdapat pegangan tangan pada sisi tengah papan selancar skilot. Untuk yang penasaran, silahkan catat jadwalnya berikut :

Nama Tradisi             : Skilot
Waktu Pelaksanaan    : Hari Raya Ketupatan
Tiket/Tarif                  : Gratis
Parkir                         : Rp.2.000,-
Tempat                       : Pantai Lekok
Desa                           : Tambaklekok
Kecamatan                 : Lekok
Kabupaten                 : Pasuruan
Propinsi                     : Jawa Timur



Gambar Tradisi Atraksi Skilot (Skylot) di Pantai Lekok Pasuruan


Tradisi Skilot ini merupakan perlombaan berselancar diatas lumpur. Peserta perlombaan ini terdiri dari mayoritas laki-laki dan sebagian perempuan. Dalam tradisi ini, peselancar lumpur yang tercepat akan menjadi juara. Kunci dari kemenangan tradisi ini adalah kecepatan. Namun bagi penonton yang ingin menikmati rasanya berselancar diatas lumpur, dapat berpartisipasi dengan membawa papan selancar lumpur ke panitia setempat.

Sedangkan untuk papan selancar yang digunakan oleh peselancar mayoritas menggunakan ukuran papan selancar 6XL yaitu 102-120 cm dengan lebar 50 cm. Papan selancar ini terbuat dari kayu pepohonan setempat.


Filosofi Tradisi Skilot

Terdapat filosofi dalam tradisi skilot ini, peselancar harus dapat menyeimbangkan antara kecepatan dan keseimbangan badan. Waktu untuk mengayunkan kaki memiliki filosofi ketepatan dalam mengambil kebijakan ketika papan selancar melambat, sedangkan keseimbangan badan merupakan tingkat kesabaran peselancar dalam mengatur emosi ketika kecepatan semakin cepat ataupun lambat.


Asal Muasal Tradisi Skilot

Tradisi ini bermula dari seorang nelayan pesisir yang mencari nafkah dengan menangkap kepiting, udang, dan ikan di Pantai Lekok. Nelayan tersebut menggunakan sebuah papan pipih sebagai pijakan kaki dan juga sebagai tempat hasil tangkapannya. Seiring berjalannya waktu, terdapat beberapa nelayan yang juga melakukan hal yang sama. Hingga di kemudian hari terdapat inisiatif berupa perlombaan lokal di Pantai Lekok untuk memeriahkan hari raya ketupatan. Dan saat ini sudah berkembang menjadi tradisi unik di Pantai Lekok Kabupaten Pasuruan.


Tradisi ini bisa dibilang unik dan meriah. Dan dapat dijadikan sebagai olahraga sekaligus budaya lokal. Tradisi ini berlangsung secara tahunan dan terbuka untuk umum. TERIMA KASIH ...
Share:

Upacara Adat Dugderan di Jawa Tengah

Upacara Adat Dugderan secara;
Bahasa  :  Bunyi dari bedug yaitu "Dug", dan mercon meriam bambu yaitu "Deran"
Istilah    :  Ritual keagamaan yang diadakan oleh masyarakat Semarang untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan (Kalender Hijriyah).

Jadwal upacara adat Dugderan dilaksanakan pada;

Tanggal  : Sehari sebelum bulan Ramadhan
Lokasi    : Kawasan Masjid Agung Semarang sekitar Pasar Johar
Tempat   : Kota Semarang
Provinsi : Jawa Tengah
Sejak      : 1882


image via google.com
Gambar Upacara Adat Dugderan dengan Maskot Warak Ngendok


Upacara Adat Dugderan dilakukan tepat sehari sebelum datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini dimulai sejak tahun 1882 oleh Bupati R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Tujuan tradisi ini untuk memperingati bulan suci Ramadhan oleh masyarakat Semarang. Mayoritas dilakukan oleh masyarakat Semarang beragama Islam.

Pada Hari Pelaksanaan :
Upacara adat Dugderan dilakukan dari sebelum matahari terbit hingga terbenamnya matahari. Di pagi hari diadakan perayaan dengan dibuat perayaan keliling kota dengan maskot "Warak Ngendok". Warak Ngendok adalah binatang perumpamaan yang berbadan kambing, berkepala naga, dan berkulit sisik naga emas. Warak Ngendok ini terbuat dari kertas warna warni. Dalam perayaan ini juga diramaikan dengan adanya pasar rakyat, seni pakaian adat nusantara, seni musik Semarang, dan penampilan seni khas Semarang sepanjang hari.
Sedangkan di malam hari, dimeriahkan dengan adanya meriam bambu dan mercon ketika selesai sholat maghrib. Setelahnya dilanjutkan dengan dakwah dari ahli agama di Kota Semarang masing-masing Masjid dan disambung dengan sholat Tarawih berjamaah dan niat berpuasa di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan keagamaan ini terbilang sangat meriah dan menyeluruh, sehingga seluruh masyarakat Semarang dan Dinas Pariwisata Kota Semarang bekerjasama memeriahkan tradisi Dugderan sebagai kegiatan keagamaan yang positif.



TERIMA KASIH ...
Share:

Upacara Adat Kasada di Jawa Timur

Upacara Adat Kasada secara;
Sebutan  : Hari Raya Yadnya Kasada
Istilah    :  Ritual keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Tengger yang beragama Hindu untuk persemabahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur menurut kepercayaan masyarakat Tengger.

jadwal pelaksanaan upacara adat kasada dilakukan pada;

Tanggal      :  14 Bulan Kasada (Kalender Jawa)
Lokasi        :  Pura Luhur Ponten Bromo Ngadisari
Tempat       :  Puncak Gunung Bromo
Kabupaten :  Pasuruan
Provinsi     :  Jawa Timur


image via google.com
Gambar Upacara Adat Kasada Gunung Bromo 



Asal Usul 

Upacara Adat Kasada bermula dari kisah Rara Anteng dan Jaka Seger yang tidak dikaruniai seorang anak satupun. Nama Suku Tengger bersala dari nama Rara An-TENG dan Jaka Se-GER yang digabung. Dalam kisahnya diceritakan bahwa Rara Anteng  dan Jaka Seger membangun pemukiman dan menjadi pemimpin di daerahnya. Hingga mereka berdua bersemedi di puncak gunung bromo dan mendengar suara ghaib bahwa mereka akan dikaruniai keturunan namun dengan syarat anak bungsu arus dikorbankan ke dalam kawah Gunung Bromo. Hingga suatu hari, mereka dikaruniai 25 orang anak. Anak bungsu mereka adalah Kesuma. Atas rasa sayang mereka terhadap Kesuma, mereka mengingkari janji mereka pada Sang Hyang Widhi. Sehingga menurut kepercayaan masyarakat Tengger, Sang Hyang Widhi marah dengan membuat malapetaka yaitu Gunung Bromo meletus dan menimbulkan awan gelap di langit. Mengetahui sejarah Rara Anteng dan Jaka Seger, Kesuma mengorbankan dirinya ke awan gelap Gunung Bromo. Seketika itu, langit dan Gunung Bromo kembali normal. Atas dasar inilah dibuatnya sebuah Pura Luhur Ponten di lautan pasir sebagai simbol semedi Rara Anteng dan Jaka Seger lalu dilaksanakannya Upacara Adat Kasada sebagai simbol keberanian Kesuma mengorbankan dirinya demi 24 saudaranya dan kedua orang tuanya.


Prosesi Upacara Adat

H - 1 Minggu :
Sebelum Upacara Adat Kasada dilaksanakan, masyarakat Tengger menyiapkan hasil panen dan ternak mereka dan menyiapkan wadah untuk hasil panen bumi mereka dalam wadah bernama ongkek. Dalam menjelang hari pelaksanaan, masyarakat setempat juga menyiapkan calon pemimpin Tengger yang ahli dalam hal kebatinan sebagai pemimpin yang baru. Di samping itu, terdapat calon sendratari sebagai pengiring upacara adat kasada.

Hari Pelaksanaan - Pagi Hari :
Masyarakat Tengger membawa hasil panen dalam wadah bernama ongkek ke kawah Gunung Bromo. Bersamaan dengan itu, calon ahli kebatinan menyiapkan doa-doa dalam kepercayaan agama Hindu agar hasil panen mereka tetap melimpah di tahun berikutnya. Proses penyerahan ongkek ini membutuhkan waktu lama sehingga prosesi upacara dilanjutkan di malam hari. Penyerahan ongkek ini diiringi dengan sendratari dan upacara Sukasada di Pura Luhur Ponten sebagai bentuk representasi dari masa kehidupan Rara Anteng dan Jaka Seger.

Hari Pelaksanaan - Malam Hari :
Di malam hari dilakukan ritual puncak Kasada, yaitu ritual ini dipimpin oleh calon ahli kebatinan kepercayaan Hindu Tengger dengan dikorbankannya seluruh ongkek di Punden Cemara Lawan dan dilemparkan ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai puncak upacara adat Kasada.


Keterangan :

TENGGER             :  rara an-TENG dan jaka seGER
Pura Luhur Ponten :  simbol semedi Rara Anteng dan Jaka Seger
Kasada                    :  rasa syukur hasil panen dan pengorbanan Kesuma




TERIMA KASIH ...
Share:

Upacara Adat Tabuik di Sumatera Barat

Upacara adat Tabuik adalah kegiatan keagamaan yang diadakan untuk memperingati tradisi religi yang diadakan oleh masyarakat Minang. Jadwal pelaksanaan tradisi Tabuik dilakukan pada:

Tanggal      :  10 Muharram tahun Hijriyah
Pembuatan :  Daerah Pasa dan Daerah sekitar sungai Pariaman
Tempat       :  Pantai Gondoriah
Kota           :  Pariaman
Propinsi      :  Sumatera Barat

Tradisi Tabuik ini dilakukan untuk memperingati hari kematian anak dari Nabi Muhammad SAW pada masa peperangan dahulu yaitu peperangan Karbala. Dan dilakukan setiap hari 'Asyura yaitu tanggal 10 Muharram tahun Hijriyah. Sehingga masyarakat yang melaksanakan tradisi ini mayoritas masyarakat Minang yang beragama Islam. Untuk identitas anak Nabi Muhammad SAW tersebut dapat dilihat berikut:

Nama                 :  Imam Husain bin Ali
Status                 :  Cucu Nabi Muhammad SAW
Tgl                      :  10 Muharram 61 Hijriyah  atau 9-10 Oktober 680 Masehi.
Lokasi                :  Medan Karbala (sekarang di Irak)
Jumlah Pasukan :  128 orang (laki-laki, wanita, dan anak-anak)

peperangan dengan;
Lawan                 :  Pasukan Militer Umar bin Sa'ad
Utusan                :  Khalifah Yazid bin Muawiyah (Raja Yazid I)
Zaman                :  Bani Umayyah
Jumlah Pasukan  :  4.000 - 10.000 tentara.


Tradisi Tabuik ini dilakukan masyarakat Minang mulai tahun 1831 Masehi di Pantai Gondoriah di Pariaman Sumatera Barat. Tabuik bisa dibilang adalah warisan tradisi religi karena upacara adat ini diperkenalkan oleh Pasukan Tamil Muslim Syi'ah yang berasal dari India ketika Inggris berkuasa. Namun jauh sebelum pasukan dari India, tradisi ini sudah dilakukan setiap tahunnya selama 10 hari sampai hari 'Asyura oleh Syi'ah maupun Sunni.

image via google.com
Gambar Tabuik Pertama dan Kedua di Pantai Gondoriah


1 Muharram :
Tradisi ini mulai dilakukan pada tanggal 1 Muharram. Pertama tanah diambil dari sungai. Lalu dibungkus dengan sebuah kain putih dan disimpan dalam wadah Lalaga. Lalaga adalah wadah berukuran 3 x 3 meter yang dikelilingi oleh bambu kecil. Hal ini adalah sebagai perumpamaan kuburan Imam Husain bin Ali. Kemudian Lalaga ditutup dengan kain putih berbentuk kubah masjid. Tanah tersebut akan didiamkan hingga tanggal 10 Muharram akan dipindahkan ke dalam Tabuik.

5 Muharram :
Lalu pada tanggal 5 Muharram, masyarakat Minang akan menebas pohon pisang hanya dengan sekali tebas di malam hari. Hal ini adalah perumpamaan keberanian seorang anak dari Imam Husain bin Ali yang membalas kematian Ayahnya.

7 Muharram :
Pada tanggal 7 Muharram disebut dengan Maatam. Maatam adalah perumpamaan yang melambangkan ketika jari-jari milik Imam Husain bin Ali yang berserakan setelah tertebas pasukan Khalifah Yazid.

8 Muharram :
Tanggal 8 Muharram disebut sebagai Maarak Sorban. Maarak Sorban melambangkan bekas sorban milik Imam Husain bin Ali yang dibawa untuk menyiarkan keberanian ketika melawan pasukan militer Khalifah Yazid.

10 Muharram :
Pada tanggal 10 Muharram, pagi hari mulai diadakan prosesi Tabuik. Tabuik Pertama dibuat di daerah Pasa sehingga disebut dengan Tabuik Pasa. Tabuik kedua dibuat di seberang sungai Pariaman sehingga disebut dengan Tabuik Subarang. Di hari ini, dimulai dari pemasangan bagian atas Tabuik Pertama dan Kedua hingga dibawa dari Kota Pariaman menuju Pantai Gondoriah. Dan sebagai bentuk penghormatan kematian Imam Husain bin Ali, Tabuik Pertama dan Kedua dihanyutkan ke laut lepas.



TERIMA KASIH ....
Share:

Bukit Warna Warni di Nusa Tenggara Timur

Bagi pecinta alam, pasti sangat ingin menemui pemandangan alam yang menakjubkan dan berbeda di sudut manapun. Kali ini Saya akan membahas singkat tentang Bukit Warna di NTT.
Daerah Bukit Warna ini berada di Kelabba Maja di Desa Pedaro Kabupaten Sabu Raijua, Nusa Tenggara Timur.
Daerah ini dinamakan Kelabba Maja karena tempat ini dianggap tempat yang suci :

- KELABBA berasal dari kata KE'LABBA yang artinya Tanah Abu.
- MAJA berasal dari kata MADJA yang artinya Dewa.

sehingga Kelabba Maja sering disebut sebagai "Tempat Para Dewa" berada.
di tempat ini terdapat beberapa ritual, salah satunya yaitu pemotongan hewan kurban yang dilakukan pada bulan Juli saat bulan purnama.
untuk lebih jelasnya silahkan lihat lokasi nya di Google Picture :



Nah , jadi penasaran bukan ??!
Tanpa jauh-jauh ke China, cukup pergi ke Nusa Tenggara Timur maka teman-teman akan mendapatkan pemandangan yang serupa walau tidak sekontras di China.


TERIMA KASIH
Share:

About Me

My photo
semua konten blog yang saya publis adalah 100% lulus uji konten dari berbagai Duplicate Checker, terima kasih ........ Instagram : @suhendravebrianto

SUBSCRIBE MY YOUTUBE CHANNEL

-------- SUBSCRIBE untuk mendapatkan tutorial Adobe Photoshop dan After Effect yang super keren.

Translate

Labels