berbagai upacara adat dan tradisi yang ada di Indonesia

Blog Viewer

This is default featured slide 1 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.This theme is Bloggerized by Lasantha Bandara - Premiumbloggertemplates.com.

Wisata Terunik Kota Lumpur Panas Sidoarjo

Wisata Kota Lumpur Sidoarjo (Lusi) merupakan padang lumpur dari sebuah Gunung Lumpur Bawah Tanah yang berpindah ke permukaan tanah di tengah kerimbunan dan kesuburan pulau Jawa. Objek wisata ini tidak terbentuk secara alami melainkan dari hasil kesalahan pengeboran minyak dan gas bumi. Wilayah yang rindang dan produktif ini harus rela terkubur oleh lumpur panas yang mengandung gas bumi hingga menjadi padang lumpur padat. Sehingga terlihat ada padang lumpur di tengah pepohonan. Hal ini cukup unik karena di belahan dunia hanya terdapat padang pasir yang terdapat pepohonan di sekitar oasis. Untuk yang penasaran, silahkan berkunjung sesuai jadwal di bawah ini :

Nama Wisata  : Wisata Lumpur Sidoarjo (Lusi)
Tempat           : Jalan Raya Porong Sidoarjo
Pukul              : 07:00 s/d 18:00 WIB
Tiket               : Gratis
Parkir              : Rp.15.000,- untuk roda dua (berubah-ubah)
                          Rp.20.000,- untuk roda empat (berubah-ubah)



Gambar 1. Padang Lumpur di Tengah Kerimbunan Provinsi Jawa Timur


Untuk tarif parkir sebenarnya berasal dari juru parkir oleh masyarakat setempat yang menjadi korban lumpur panas sidoarjo. Namun untuk lokasi pusat lubang sumur utama keluar berasal dari pipa eksploitasi migas yang dilakukan pada :

Tanggal       : 29 Mei 2006
Dusun          : Balongnongo
Desa            : Renokenongo
Kecamatan  : Porong
Kabupaten   : Sidoarjo



Gambar 2. Semburan Lumpur Panas dan Baru


Untuk keindahan Wisata Lumpur Sidoarjo dapat dijadikan sebagai area spot foto yang unik dan fantastis. Keunikan yang ada yaitu bisa berfoto dengan patung-patung yang berasal dari lumpur panas di tempat, serta pemandangan semburan lumpur segar dan lumpur yang padat akan membuat orang takjub dan kagum.



Gambar 3. Pintu Penjagaan Lumpur Sidoarjo Bagian Selatan


Namun spot berfoto bergantung pada selera orang masing-masing. Ada yang mengunggulkan hasil buah karya masyarakat setempat dan ada juga yang menggunakan sudut pandang perspektif. Jika diambil spot berfoto yang unik dan sudut yang tepat pasti akan menjadi buah karya foto yang mahal.



Gambar 4. Padang Lumpur yang telah Memadat


Bagi yang penasaran seberapa luas pemandangan padang lumpur sidoarjo ini dapat melihat foto citra satelit yang tersedia. Bagi yang ingin mengambil spot foto di dekat semburan lumpur dapat menyewa jasa ojek setempat dengan membayar Rp.25.000,- per orang.



Gambar 5. Citra Satelit Lumpur Sidoarjo (Lusi)


Bagaimana tentang keunikan spot foto di atas? Jika sangat menarik, objek wisata ini dapat dijadikan tempat memanjakan mata bagi pengendara kendaraan roda dua dan empat ketika melintas di Jalan Raya Porong Sidoarjo.


TERIMA KASIH ...
Share:

Wisata Pemandian Banyu Biru Ditemani Ikan Kramat


Kabupaten Pasuruan memang sedikit yang terekspos. Keindahan alam di Kabupaten Pasuruan juga tidak kalah dengan objek wisata yang lain, salah satunya adalah Pemandian Banyu Biru. Pemandian Banyu Biru dengan ribuan ikan kramat ini bermula dari petirtaan para Raja di akhir masa kejayaan Kerajaan Majapahit. Dalam area pemandian ini juga terdapat arca-arca peninggalan Kerajaan Majapahit. Bagi yang penasaran, bisa mencatat jadwal Pemandian Banyu Biru ini :

Nama Wisata : Pemandian Banyu Biru
Desa               : Sumberejo
Kecamatan     : Winongan
Kabupaten      : Pasuruan
Provinsi          : Jawa Timur
Pukul              : 07:00 s/d 16:00 WIB
Hari                : Setiap Hari
Tiket               : Rp.5.000,-



Gambar Petirtaan Banyu Biru dengan Ribuan Ikan Kramat Kabupaten Pasuruan


Bagi yang ingin melepas penat dan mencari sensasi baru, pemandian Banyu Biru ini merupakan pilihan yang tepat. Pemandian Banyu Biru memiliki ciri khas yaitu berenang dengan ikan berukuran kecil hingga berukuran 1,5 meter. Ikan tersebut berjumlah ribuan dan sangat akrab dengan manusia. Ikan-ikan tersebut hanya memakan lumut dan biji jagung yang masuk ke dalam petirtaan. Sumber air dari petirtaan ini berasal dari mata air alami yang keluar dari perakaran pohon di sebelah utara petirtaan. Kedalaman petirtaan ini mencapai +- 2 meter dan cocok untuk yang bisa berenang. Jika masih belajar berenang, terdapat kolam 1 meter di sebelah barat petirtaan. Kolam 1 meter ini juga merupakan petirtaan alami namun sumber air berasal dari petirtaan utama. Pemerintah Kabupaten Pasuruan telah mengembangkan objek wisata ini dengan membuat kolam buatan di utara petirtaan. Bagi yang ingin menyaksikan lomba renang atau bosan dengan yang natural bisa menikmati kolam buatan ini dengan kedalaman kolam renang pertama yaitu 2-3 meter dan kolam renang kedua yaitu 1 meter.


Ritual Keagamaan dan Situs Peninggalan Kerajaan Majapahit

Pemandian Banyu Biru yang merupakan petirtaan para Raja Kerajaan Majapahit ini terbukti dengan adanya situs berupa arca-arca candi. Arca-arca candi dan situs lainnya yang ditemukan yaitu ;
1) Prasasti Berbahasa Jawa Tahun 1847
2) Patung Batara Siwa dengan Senjata Trisula
3) Patung Ganesha
4) Patung Dua Naga Saling Berbelit
5) Reruntuhan Arca-Arca Lainnya
6) Dokumen Bahasa Belanda Berupa Dua Volkaring Tahun 1921 dari Pemerintah Kab. Pasuruan 

Sedangkan untuk ritual keagamaan di Banyu Biru dilakukan oleh Umat Hindu dari Bali. Ritual keagamaan yang dilakukan yaitu Ritual Hari Raya Kuningan.


Hal Mistis Pemandian Banyu Biru

Yang menjadi daya tarik wisatawan selain menjadi objek wisata alam adalah hal mistis yang terjadi di masyarakat. Ingat bahwa ikan yang berenang di pemandian ini adalah bekas petirtaan para raja di Kerajaan Majapahit. Sehingga banyak kejadian yang terjadi ketika ikan kramat ini diambil oleh masyarakat sebagai koleksi di rumah mereka. Tetapi hal yang tidak-tidak selalu terjadi ketika membawa ikan kramat ini, seperti selalu bermimpi buruk atau mengalami kecelakaan di tengah perjalanan ke rumah. Ikan kramat ini memiliki tiga nama yaitu Ikan Tombro, Ikan Sengkaring, atau Ikan Dewa. Jumlah ikan-ikan yang berenang di pemandian Banyu Biru diceritakan tidak berkurang dan tidak bertambah sejak dijadikan petirtaan para Raja. Walaupun begitu, ribuan ikan-ikan dewa tidak merasa terganggu ketika berenang bersama manusia dan tidak agresif pada manusia sama sekali. Kepercayaan masyarakat setempat yakni air Pemandian Banyu Biru dipercaya menjadi obat untuk penyakit kulit dan penyakit ringan lainnya.


Objek wisata alami dan bersejarah ini merupakan daya tarik yang unik dan khas dari Kabupaten Pasuruan. Hingga wisatawan mancanegara tidak kalah untuk datang ke pemandian alami ini serta ingin mengabadikan objek wisata ini. Objek wisata ini terbilang sangat murah, alami, dan penuh sejarah.


Jika merasa tertarik, silahkan berlibur ke Pemandian Banyu Biru yang merupakan Petirtaan Para Raja Kerajaan Majapahit ini.  TERIMA KASIH ...
Share:

Cinta Kebudayaan dan Tanah Air Menurut Dalill Islam

Manusia merupakan makhluk sosial dan selalu berkomunikasi dengan sesamanya. Dalam kehidupan berbudaya, manusia memiliki bahasa, suku, dan ras masing-masing. Bahasa yang tersebar di seluruh dunia jumlahnya tidak sedikit hingga menembus 7.000 jenis bahasa (republika.com). A.L. Krober juga membagi ras dunia menjadi 4 golongan yakni :

1) Ras Mongoloid (Berkulit Kuning)
2) Ras Negroid (Berkulit Hitam)
3) Ras Kaukasoid (Berkulit Putih)
4) Ras-ras khusus.

Namun sebagai umat beragama, timbul beberapa pertanyaan;
1) Untuk apa ada banyak suku dan bangsa?
2) Kebudayaan seperti apakah yang diperbolehkan oleh agama? 
3) Apakah boleh mencintai kebudayaan dalam kehidupan bernegara? 

Pertanyaan ini hanya dapat dijawab oleh sumber hukum Islam yaitu al-Qur'an dan hadits shahih. Untuk sumber agama lain ataupun ateis, tidak ada yang menjelaskan tujuan manusia berkehidupan beraneka suku, bahasa, dan berbangsa-bangsa. Bagi yang non muslim, silahkan simak rangkuman berikut ini.



Dalil al-Qur'an

Dalam pandangan agama Islam, agama Islam bersifat sangat terbuka dan mengajarkan tata cara tentang kehidupan berbudaya dan berbangsa antar sesama makhluk. Hal ini telah dituliskan dalam al-Qur'an Surat al-Hujurat : 13.


al-Qur'an Surat al-Hujurat : 13.


يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ


Artinya :
"Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal-mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia diantara kamu disisi Allah ialah orang yang paling takwa diantara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal".


Pelajaran yang dapat diambil dari QS. Hujurat : 13.

Kehidupan berbangsa-bangsa dan bersuku-suku adalah ketentuan takdir Allah SWT. Dalam ayat tersebut telah disebutkan bahwa tujuan adanya kehidupan berbangsa dan bernegara tidak lain bukan untuk mencari yang terbaik, tetapi bertujuan untuk saling kenal-mengenal. 
Hal ini telah menjawab pertanyaan nomor 1.

Derajat kemuliaan seseorang bukan ditentukan dari suku, bangsa, klan, ataupun marga. Telah disebutkan dalam QS. al-Hujurat : 13 bahwa derajat kemuliaan ditentukan dari ketakwaan seseorang. Sehingga seseorang dengan status suku apapun tidak memengaruhi derajat kemuliaan kecuali dari ketakwaan seseorang itu sendiri. Sehingga jenis kebudayaan yang memiliki derajat kemuliaan tinggi adalah kebudayaan yang mengajarkan nilai-nilai ketakwaan berupa akhlaq/perilaku baik dan tidak menyesatkan seseorang.
Hal ini telah menjawab pertanyaan nomor 2.



Dalil Hadits Shahih 

Sumber hukum agama Islam selain al-Qur'an yaitu Hadits. Dalam hal ini, seseorang yang menempati suatu wilayah pasti akan memiliki kebudayaan setempat. Dalam menyikapi kebudayaan setempat, Nabi Muhammad SAW telah memberikan contoh dalam hal kecintaan terhadap kebudayaan Madinah.

Hadits Shahih :


عَنْ أَنَسٍ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ إِذَا قَدِمَ مِنْ سَفَرٍ فَنَظَرَ إِلَى جُدُرَاتِ الْمَدِينَةِ أَوْضَعَ نَاقَتَهُ وَإِنْ كَانَ عَلَى دَابَّةٍ حَرَّكَهَا مِنْ حُبِّهَا ....... وَفِي الْحَدِيثِ دَلَالَةٌ عَلَى فَضْلِ الْمَدِينَةِ وَعَلَى مَشْرُوعِيَّة حُبِّ الوَطَنِ والحَنِينِ إِلَيْهِ .

Artinya :

“Diriwayatkan dari sahabat Anas; bahwa Nabi Muhammad SAW ketika kembali dari bepergian, dan melihat dinding-dinding madinah beliau mempercepat laju untanya...... Apabila beliau menunggangi unta maka beliau menggerakkanya (untuk mempercepat) karena kecintaan beliau pada Madinah". (HR. Bukhari, Ibnu Hibban, dan Tirmidzi).


Penjelasan hadits shahih :
Nabi Muhammad SAW menunjukkan sikap kecintaan terhadap kehidupan budaya di Madinah walaupun asal kelahiran-Nya berasal dari Mekkah. Dalam sumber hadits ini, Nabi Muhammad SAW menunjukkan dengan mempercepat laju unta yang ditunggangi-Nya.
Hal ini telah menjawab pertanyaan nomor 3.


Kesimpulan :

Dari Penjelasan hadist dan al-Qur'an, seseorang mencintai kebudayaan setempat (khususnya orang muslim) adalah hal yang baik. Namun kembali lagi kepada ketakwaan seseorang, semakin takwa seseorang maka semakin mulia kedudukannya dan semakin bagus kebudayaan setempat ketika beradaptasi.

Sungguh mulia kehadiran agama Islam karena telah mengatur segala aspek dengan sempurna.
TERIMA KASIH ...
Share:

Upacara Adat Dugderan di Jawa Tengah

Upacara Adat Dugderan secara;
Bahasa  :  Bunyi dari bedug yaitu "Dug", dan mercon meriam bambu yaitu "Deran"
Istilah    :  Ritual keagamaan yang diadakan oleh masyarakat Semarang untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadhan (Kalender Hijriyah).

Jadwal upacara adat Dugderan dilaksanakan pada;

Tanggal  : Sehari sebelum bulan Ramadhan
Lokasi    : Kawasan Masjid Agung Semarang sekitar Pasar Johar
Tempat   : Kota Semarang
Provinsi : Jawa Tengah
Sejak      : 1882


image via google.com
Gambar Upacara Adat Dugderan dengan Maskot Warak Ngendok


Upacara Adat Dugderan dilakukan tepat sehari sebelum datangnya bulan suci Ramadhan. Tradisi ini dimulai sejak tahun 1882 oleh Bupati R.M. Tumenggung Ario Purbaningrat. Tujuan tradisi ini untuk memperingati bulan suci Ramadhan oleh masyarakat Semarang. Mayoritas dilakukan oleh masyarakat Semarang beragama Islam.

Pada Hari Pelaksanaan :
Upacara adat Dugderan dilakukan dari sebelum matahari terbit hingga terbenamnya matahari. Di pagi hari diadakan perayaan dengan dibuat perayaan keliling kota dengan maskot "Warak Ngendok". Warak Ngendok adalah binatang perumpamaan yang berbadan kambing, berkepala naga, dan berkulit sisik naga emas. Warak Ngendok ini terbuat dari kertas warna warni. Dalam perayaan ini juga diramaikan dengan adanya pasar rakyat, seni pakaian adat nusantara, seni musik Semarang, dan penampilan seni khas Semarang sepanjang hari.
Sedangkan di malam hari, dimeriahkan dengan adanya meriam bambu dan mercon ketika selesai sholat maghrib. Setelahnya dilanjutkan dengan dakwah dari ahli agama di Kota Semarang masing-masing Masjid dan disambung dengan sholat Tarawih berjamaah dan niat berpuasa di bulan suci Ramadhan.
Kegiatan keagamaan ini terbilang sangat meriah dan menyeluruh, sehingga seluruh masyarakat Semarang dan Dinas Pariwisata Kota Semarang bekerjasama memeriahkan tradisi Dugderan sebagai kegiatan keagamaan yang positif.



TERIMA KASIH ...
Share:

Upacara Adat Kasada di Jawa Timur

Upacara Adat Kasada secara;
Sebutan  : Hari Raya Yadnya Kasada
Istilah    :  Ritual keagamaan yang dilakukan oleh masyarakat Tengger yang beragama Hindu untuk persemabahan atau sesajen untuk Sang Hyang Widhi dan para leluhur menurut kepercayaan masyarakat Tengger.

jadwal pelaksanaan upacara adat kasada dilakukan pada;

Tanggal      :  14 Bulan Kasada (Kalender Jawa)
Lokasi        :  Pura Luhur Ponten Bromo Ngadisari
Tempat       :  Puncak Gunung Bromo
Kabupaten :  Pasuruan
Provinsi     :  Jawa Timur


image via google.com
Gambar Upacara Adat Kasada Gunung Bromo 



Asal Usul 

Upacara Adat Kasada bermula dari kisah Rara Anteng dan Jaka Seger yang tidak dikaruniai seorang anak satupun. Nama Suku Tengger bersala dari nama Rara An-TENG dan Jaka Se-GER yang digabung. Dalam kisahnya diceritakan bahwa Rara Anteng  dan Jaka Seger membangun pemukiman dan menjadi pemimpin di daerahnya. Hingga mereka berdua bersemedi di puncak gunung bromo dan mendengar suara ghaib bahwa mereka akan dikaruniai keturunan namun dengan syarat anak bungsu arus dikorbankan ke dalam kawah Gunung Bromo. Hingga suatu hari, mereka dikaruniai 25 orang anak. Anak bungsu mereka adalah Kesuma. Atas rasa sayang mereka terhadap Kesuma, mereka mengingkari janji mereka pada Sang Hyang Widhi. Sehingga menurut kepercayaan masyarakat Tengger, Sang Hyang Widhi marah dengan membuat malapetaka yaitu Gunung Bromo meletus dan menimbulkan awan gelap di langit. Mengetahui sejarah Rara Anteng dan Jaka Seger, Kesuma mengorbankan dirinya ke awan gelap Gunung Bromo. Seketika itu, langit dan Gunung Bromo kembali normal. Atas dasar inilah dibuatnya sebuah Pura Luhur Ponten di lautan pasir sebagai simbol semedi Rara Anteng dan Jaka Seger lalu dilaksanakannya Upacara Adat Kasada sebagai simbol keberanian Kesuma mengorbankan dirinya demi 24 saudaranya dan kedua orang tuanya.


Prosesi Upacara Adat

H - 1 Minggu :
Sebelum Upacara Adat Kasada dilaksanakan, masyarakat Tengger menyiapkan hasil panen dan ternak mereka dan menyiapkan wadah untuk hasil panen bumi mereka dalam wadah bernama ongkek. Dalam menjelang hari pelaksanaan, masyarakat setempat juga menyiapkan calon pemimpin Tengger yang ahli dalam hal kebatinan sebagai pemimpin yang baru. Di samping itu, terdapat calon sendratari sebagai pengiring upacara adat kasada.

Hari Pelaksanaan - Pagi Hari :
Masyarakat Tengger membawa hasil panen dalam wadah bernama ongkek ke kawah Gunung Bromo. Bersamaan dengan itu, calon ahli kebatinan menyiapkan doa-doa dalam kepercayaan agama Hindu agar hasil panen mereka tetap melimpah di tahun berikutnya. Proses penyerahan ongkek ini membutuhkan waktu lama sehingga prosesi upacara dilanjutkan di malam hari. Penyerahan ongkek ini diiringi dengan sendratari dan upacara Sukasada di Pura Luhur Ponten sebagai bentuk representasi dari masa kehidupan Rara Anteng dan Jaka Seger.

Hari Pelaksanaan - Malam Hari :
Di malam hari dilakukan ritual puncak Kasada, yaitu ritual ini dipimpin oleh calon ahli kebatinan kepercayaan Hindu Tengger dengan dikorbankannya seluruh ongkek di Punden Cemara Lawan dan dilemparkan ke dalam kawah Gunung Bromo sebagai puncak upacara adat Kasada.


Keterangan :

TENGGER             :  rara an-TENG dan jaka seGER
Pura Luhur Ponten :  simbol semedi Rara Anteng dan Jaka Seger
Kasada                    :  rasa syukur hasil panen dan pengorbanan Kesuma




TERIMA KASIH ...
Share:

About Me

My photo
semua konten blog yang saya publis adalah 100% lulus uji konten dari berbagai Duplicate Checker, terima kasih ........ Instagram : @suhendravebrianto

SUBSCRIBE MY YOUTUBE CHANNEL

-------- SUBSCRIBE untuk mendapatkan tutorial Adobe Photoshop dan After Effect yang super keren.

Translate

Labels